kamis malam…salah satu jadwal renang saya…, tapi sebenarnya lebih tepat dibilang nyelam sich..he..he..,dibilang wajar or enggak itu terserah ya..cuma, terakhir kali saya nyemplung di kolam renang adalah sekitar 10 tahun yang lalu, itu pun karena terpaksa harus milih antara tapak suci dan renang untuk pelajaran olah raga, yang akhir nya mau gak mau ikut tapak suci setelah gagal meyakinkan diri untuk dapat nilai dari renang, padahal kaki udah lecet2(bingung kan renang bisa lecet??…he..he…well, we should shorten the story, jadi pas renang/nyelam yang juga sekalian amal nemenin temen yang lagi terapi RSI, kami membicarakan mengenai perdebetan kecil yang terjadi di pengajian minggu lalu, mengenai dikotomi antara ilmu agama dan sosial, yang merupakan faham yang saya tentang habis2an dengan dalil; bahwasanya segala sesuatu itu merupakan ayat 4JJI, baik yang tertulis di dalam Al-Qur’an maupun yang terbentang di alam semesta ini yang pembelajarannya bahkan diperkuat lagi oleh perintah 4JJI untuk memikirkan mengenai ciptaan 4JJI di alam semesta ini yang salah satunya ada dalam Q.S Al – Jaatsiyah, 45:13

13. and He has subjected to you, As from him, all that is In the heavens and on earth: Behold, In that are Signs indeed for those who reflect.

trus ditambah lagi sama Q.S Ali Imran, 003: 191:

191. men who celebrate the praises of Allah, standing, sitting, and lying down on their sides, and contemplate the (wonders of) creation In the heavens and the earth, (with the thought): “Our Lord! not for naught hast Thou created (all) this! glory to Thee! give us salvation from the penalty of the Fire.

tambah kental adja pendirian saya akan keyakinan bahwa segala sesuatu ini ada makna nya, nah, ini semua menjadi salah satu dasar saya meyakini bahwa seharusnya a tidak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sosial, dan saya masih ingat saja suatu perkataan dari teman saya semasa SMU yang mengatakan bahwasanya Al Ghazali membagi Ilmu itu menjadi Ilmu baik dan Ilmu buruk….entah saya yang waktu itu kurang faham atau gimana…tapi beberapa jam yang lalu di kolam renang sambil nahan diri dari air yang masuk ke idung, teman saya si RSI (Ahmad Komarulzaman) bilang ; “kan ilmu itu tergantung niat yang pake nya, jadi gak ada yang namanya ilmu yang buruk (edited)” , hu..hu…di kolam renang saya jadi kehilangan kata2 dan memikirkan terus menerus ucapan teman saya ini, ternyata memang ada yang selama ini terlupakan dan memang sepertinya dulu saya salah mengerti informasi yang saya terima; padahal saya juga memegang teguh Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Innamal a’malu binniyaat” , sesungguh nya amal itu tergantung niat…., setelah di pikirkan kembali dengan pikiran yang lebih tenang, ternyata masalahnya hanyalah di perasaan gengsi menerima jika ada kebenaran dari orang lain, he..he…, yah…ternyata memang menjadi orang yang bijak itu susah nya luar biasa…., tapi ini menimbulkan pertanyaan lain…. korelasinya degan kedewasaan apa ya??, ini mah lebih baik di bahas lain kali adja yak…